GpYlBUO6TUA8GfzoTpG0TUY7Gd==
Breaking
News

Kolaborasi Lintas Budaya 23 Mahasiswa Saito University College Malaysia Ikuti Program KKN Internasional di Lombok Barat

Ukuran huruf
Print 0
Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ) berdiskusi dengan perwakilan kampus  di kantor Bupati Lombok Barat, usai pelepasan penerimaan KKN internasional yang akan digelar di Lombok Barat.(foto/entebekita).

LOMBOK BARAT-entebekita.com- Sebanyak 250 mahasiswa dari lima perguruan tinggi ternama di Provinsi NTB termasuk dari Negara Malaysia yakni Saito University College resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional atau Inbound Mobility. Kegiatan ini akan digelar selama empat minggu ke depan, para mahasiswa ini akan membaur dengan masyarakat di 15 desa yang tersebar di wilayah Lombok Barat.

Program yang berlangsung selama satu bulan ini melibatkan kolaborasi strategis antara Universitas Bima Internasiona Medika Farma Husasa (UNBIMMFH ) Saito University College Malaysia, Unizar, STKIP Yapis Dompu, dan STIA Yapis Dompu. Para peserta akan ditempatkan di titik-titik strategis mulai dari wilayah selatan, Kecamatan Gerung, hingga kawasan perbukitan di Gunung Sari.

Rektor Universitas Bima Internasional MFH.Apt Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm., menjelaskan bahwa program ini dirancang secara komprehensif. Fokus kegiatan tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan dan pendidikan saja, namun juga menyentuh aspek-aspek krusial lainnya.

"Programnya sangat kompleks dan kompak. Meliputi kesehatan, pendidikan, pariwisata, hukum, lingkungan, hingga pengembangan UMKM," ujar Ajeng, usai pelepasan mahasiswa oleh Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini, (27/3/2026).

Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa dari Saito University College Malaysia diharapkan mampu memberikan best practice atau berbagi pengalaman sukses mengenai percepatan pembangunan desa.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menyambut hangat kehadiran para mahasiswa asing ini. Kebetulan, kedatangan mereka bertepatan dengan momentum budaya lokal yang sangat ikonik, yaitu Lebaran Topat.

"Sebagai tuan rumah, saya harus menyambut dengan baik, apalagi ini tamu dari luar negeri," ujar Bupati LAZ.

Bupati berharap para mahasiswa tidak hanya belajar secara akademis, tetapi juga merasakan kedalaman budaya lokal. "Kami ingin mereka tahu budaya kita. Tadi diarahkan ke destinasi wisata agar mereka tahu indahnya alam Lombok Barat. Harapannya, kesan mendalam selama tinggal di sini akan terus terkenang dan mereka bisa menceritakan kebaikan serta keramahan masyarakat kita saat kembali ke negara asal," paparnya.

Bupati menerima mahasiswa di dalam aula Jayangrane kantor Bupati Lombok Barat.(foto/entebekita)

Senada dengan itu, Dr. Miruna dari Saito University College menyatakan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini. Program ini dipandang sebagai wadah kolaborasi interdisipliner ilmu yang sejalan dengan mandat kementerian untuk menciptakan kampus yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Selama menetap di desa-desa, para mahasiswa akan tinggal bersama warga guna mendalami potensi desa sekaligus memberikan solusi atas berbagai tantangan yang ada di tengah masyarakat melalui kacamata akademis internasional.

Sementara itu Ketua Yayasan Dr.Syamsuriansyah menjelaskan , selain untuk belajar salah satu tujuan dari kegiatan KKN internasional adalah Promosi pariwisata Lombok Barat. Sebagai bagian dari agenda kunjungan, para mahasiswa dijadwalkan mengikuti program team building yang berlokasi di Gili Nanggu. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan; Gili Nanggu dikenal dengan keindahan bawah lautnya yang masih asri.

Pengalaman langsung ini diharapkan menjadi sarana promosi yang efektif. Para mahasiswa didorong untuk menceritakan pengalaman snorkeling dan keindahan alam Lombok Barat kepada rekan-rekan mereka saat kembali ke Malaysia.

"Sengaja kami tempatkan di Gili Nanggu agar mereka bisa bercerita betapa indahnya alam di sana. Harapannya, 23 mahasiswa ini akan menjadi 'agen promosi' yang menceritakan hal positif tentang Lombok Barat, sehingga jumlah kunjungan dari Malaysia bisa meningkat berkali-kali lipat ke depannya," ungkap doktor Syam.

Selain fokus pada pariwisata, program ini juga diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat lokal. Para mahasiswa direncanakan akan terlibat dalam kegiatan di 15 desa di wilayah Kabupaten Lombok Barat.(red)






Kolaborasi Lintas Budaya 23 Mahasiswa Saito University College Malaysia Ikuti Program KKN Internasional di Lombok Barat
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin