GpYlBUO6TUA8GfzoTpG0TUY7Gd==
Breaking
News

Marak Kasus Kebakaran, Damkarmat Lobar Siapkan Personil Siaga 1

Ukuran huruf
Print 0
Petugas Damkarmat Lombok Barat saat melakukan pemadaman lahan di Kecamatan Kediri (foto/istimewa)

LOMBOK BARAT -entebekita.com— Maraknya musibah kebakaran yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Lombok memicu kewaspadaan tinggi. Menanggapi kondisi darurat tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Barat resmi meningkatkan status kesiapsiagaan personelnya menjadi Siaga 1 Bencana Kebakaran.


​Kepala Dinas Damkarmat H. Suherman, menegaskan melihat meningkatnya intensitas kasus kebakaran di Lombok Barat pihaknya meningkatkan kewaspadaan  dengan meningkatkan status kewaspadaan menjadi siaga 1.

Penetapan status Siaga 1 ini diiringi dengan instruksi tegas kepada seluruh anggota pemadam kebakaran di lapangan. Seluruh personel diwajibkan untuk meningkatkan respons dan kesiapan operasional setiap saat."Bentuk kesiapsiagaan level Siaga 1 ini salah satunya adalah larangan mematikan ponsel bagi seluruh anggota Damkar agar dapat dengan cepat merespons jika terjadi musibah. Selain itu, kami juga menggelar apel siaga secara rutin pada malam hari," ujar Suherman, Rabu (26/8).

​Selain memperketat kesiapan internal, Damkarmat Lombok Barat menyusun lima langkah strategis guna meminimalisasi potensi bencana kebakaran yang meresahkan masyarakat. Peningkatan status ke level Siaga 1 Bencana dengan pengawasan ketat personel serta apel siaga malam secara rutin.

​" Petugas menerjunkan tim edukasi yang bergerak langsung ke lapangan dengan target minimal dua desa per hari untuk memberikan penyuluhan pencegahan kebakaran,"terangnya.

Tidak hanya itu, tim Damkar juga  meningkatkan edukasi di media sosial, dimana Damkar meningkatkan aktivitas  pengelola media sosial resmi Damkarmat, dimana personel diwajibkan mengunggah imbauan bahaya serta pencegahan kebakaran secara berkala. Masyarakat diingatkan keras agar tidak membakar sampah sembarangan." Setiap personel diwajibkan mengunggah imbauan pencegahan kebakaran, "ujarnya.

​Herman juga menegaskan, dalam mengantisipasi kasus kebakaran, Damkarmat juga memaksimalkan peran relawan yang telah dilatih dalam menangani pemadaman awal, sekaligus membentuk jaringan komunikasi khusus  se-Kabupaten Lombok Barat.


​Upaya lain yang dilakukan, untuk meningkat kewaspadaan di tingkat paling bawah,  Damkarmat juga bekerjasama dengan Kepala Desa di Lombok Barat, dimana Damkarmat mendorong para kepala desa untuk menerbitkan dan mengumandangkan imbauan kewaspadaan kebakaran kepada warganya masing-masing." Kita juga menggandeng kepala desa untuk menerbitkan imbauan kepada warganya di masing-masing Desa, "imbuhnya.

Tidak hanya Kepala Desa, Damkarmat juga melibatkan Camat, semua camat di 10 Kecamatan juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk waspada terhadap bencana kebakaran"Peran camat seluruh Lobar juga membuat himbau waspada kebakaran, " ungkapnya. 

​Suherman menambahkan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan respons positif dari jajaran pemerintah desa yang mulai aktif mengimbau warganya. ​Melalui langkah proaktif dan penguatan koordinasi bersama masyarakat ini, Damkarmat Lombok Barat berharap potensi dan maraknya ancaman kebakaran di wilayah Lombok Barat dapat ditekan sedini mungkin.

Dalam dua bulan terakhir ini, Damkarmat Lobar  mencatat sebanyak 82 kejadian kebakaran terjadi di wilayahnya hingga 26 Agustus 2026.​Berdasarkan data rekapitulasi penanganan, tren kasus mengalami peningkatan signifikan menjelang pertengahan tahun, terutama pada periode Juli dan Agustus yang didominasi oleh kebakaran lahan pertanian, gambut, dan lahan kosong.

​Rincian Kejadian yakni ​Triwulan I (Januari – Maret): 13 kejadian. ​Triwulan II (April – Juni): 19 kejadian. ​Bulan Juli: 25 kejadian  ​Bulan Agustus (hingga 26 Agustus): 25 kejadian. ​Dari total 82 peristiwa tersebut, objek kebakaran yang paling sering terdampak adalah sektor lahan (pertanian, gambut, dan lahan kosong) dengan total 24 kasus, disusul oleh bangunan rumah/pemukiman sebanyak 11 kasus, TPS/TPA 10 kasus, serta moda transportasi 6 kasus.

​Dalam aspek kecepatan penanganan (respon time), petugas berhasil merespon kejadian di bawah atau sama dengan 15 menit (≤15 menit) sebanyak 76 kali. Sementara itu, 4 kejadian membutuhkan waktu penanganan di atas 15 menit (≥15 menit), dan 2 kejadian tidak terdata.(ami) 

" Seluruh rangkaian kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa (nol meninggal dunia dan nol luka-luka). Selain penanganan kebakaran, petugas di lapangan juga berhasil menyelamatkan total 498 jiwa yang terdampak dari ancaman bahaya kebakaran sepanjang periode ini, "tutupnya.(red)

Marak Kasus Kebakaran, Damkarmat Lobar Siapkan Personil Siaga 1
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin