![]() |
| Sarbini saat mendaftarkan diri sebagai balon Kepala Desa Sesaot Kecamatan Narmada, di panitia Pilkades Sesaot.(foto/istimewa) |
LOMBOK BARAT-entebekita.com — Menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sesaot tahun 2026, peta politik desa pegunungan yang terkenal dengan keasrian hutan dan air terjunnya ini semakin hangat. Salah satu figur yang menyedot perhatian warga adalah Sarbini.
Secara resmi pada hari pertama pendaftaran 28 September ia secara resmi sudah mendaftarkan diri sebagai calon, " iya saya sudah mendaftarkan diri hari pertama,"ujarnya.
Segala persyaratan termasuk izin dari Wakil Bupati sudah didapatkan. Berbekal rekam jejak panjang di dunia birokrasi, dengan latar belakang seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pengalaman kepemimpinan sebagai mantan Penjabat (Pj) Kepala Desa Sesaot pada tahun 2024, ia mantap mencalonkan diri membawa perubahan nyata.
Desa Sesaot yang berada di Kecamatan Narmada dikenal sebagai kawasan wisata alam unggulan berudara sejuk, kaya hasil pertanian seperti durian, kopi, dan sayuran, serta berjarak hanya 30 menit dari Kota Mataram. Namun, potensi besar ini dinilai belum sepenuhnya berdampak langsung pada kesejahteraan dapur warga.
Bakal Calon Kades Sesaot, Sarbini, menegaskan bahwa arah pembangunan Sesaot kedepan harus bertumpu pada pembangunan ekonomi rakyat tanpa mengorbankan kelestarian alam hutan lindung.
"Sesaot adalah benteng ekologis dan sumber air utama bagi Lombok Barat. Kita tidak boleh membiarkan warga lokal hanya menjadi penonton di tengah ramainya wisatawan. Komitmen saya jelas: ngangkat ekonomi warga, tapi tetap menjaga hutan dan mata air tetap lestari sebagai warisan anak cucu," tegas Sarbini saat dijumpai di Sesaot, Rabu (30/9).
Usung Visi "SESAOT MAJU, MANDIRI, DAN BERKAH"
Sarbini mengusung visi SESAOT 2026-2032 yang merupakan akronim dari Sehat, Edukasi, Sejahtera, Alam Lestari, Orang Unggul, dan Terlayani. Visi ini diturunkan dalam 5 Pilar Utama Pembangunan:
Sesaot Sentra Wisata & Pertanian Berkah: Membangun Kampung Wisata Sesaot yang tertib, melatih 100 pemuda jadi tour guide & pengelola homestay, memfasilitasi Pasar Tani Digital penyuplai hotel/restoran Mataram, serta gerakan 1 Dusun 1 Produk Unggulan.
Sesaot Cerdas & Berakhlak: Pemberian Beasiswa Sesaot Cerdas untuk anak kurang mampu & Hafidz Qur'an, penguatan TPQ/Majelis Remas tiap dusun, dan Posyandu Lansia aktif.
Sesaot Terhubung & Nyaman: Betonisasi Jalan Usaha Tani, pipanisasi air bersih & sumur bor, pembenahan penerangan jalan solar cell, serta WiFi gratis di balai desa.
Sesaot Hijau & Lestari: Target Sesaot Bebas Sampah 2027, gerakan 1 Rumah 1 Pohon Buah (durian/alpukat), dan penegakan aturan pengawasan hutan lindung.
Sesaot Transparan & Melayani: Layanan administrasi Balai Desa 24 Jam via WhatsApp, integrasi BUMDes Berkah untuk pembiayaan BPJS warga miskin, serta Musdes Aspirasi tiap 3 bulan guna menentukan 30% alokasi Dana Desa secara terbuka.
Program Cepat 1 Tahun Pertama
Untuk memberikan dampak nyata dalam 12 bulan pertama kepemimpinannya, Sarbini menyiapkan tiga program prioritas:
Sesaot Sehat, Sesaot Hebat: Layanan Siaga Ambulans Desa 24 jam & integrasi kader kesehatan.
UMKM Naik Kelas: Bantuan modal Rp 5 juta, pelatihan packaging, serta pengurusan NIB & Halal gratis untuk 50 UMKM.
Pemuda Sesaot Juara: Balai Latihan Kerja (BLK) Desa untuk pelatihan barista, tour guide, montir, dan tata busana yang disalurkan langsung ke industri perhotelan Senggigi & Mataram.
"Dengan gotong royong dan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, kita wujudkan Sesaot yang bukan hanya indah dipandang, tapi juga sejahtera warganya," tutup Sarbini dengan optimis. (*)

0Komentar