![]() |
Foto bersama para panitia dan peserta yang mengikuti sertifikasi pembimbing haji dan umrah yang digelar FDIK UIN Mataram dan Kantor Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB.(foto/istimewa) |
MATARAM-entebekita.com- Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram bersama Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah selesai melaksanakan Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah, yang digelar di Mataram dari tanggal 1-7 Februari 2026.
Penutupan pelaksanaan sertifikasi secara resmi sudah ditutup pada Sabtu (7/2) sore dihadiri oleh Rektor UIN Mataram Prof.Dr.TGH.Masnun Tahir. Dekan FDIK UIN Mataram Dr.TGH.Lalu Ahmad Zainuri, dan para tamu undangan dan panitia serta seluruh peserta sertifikasi.
Selama 7 hari pelaksanaan sertifikasi, para peserta yang berjumlah 52 orang sudah mengikuti berbagai kegiatan yang sangat padat. Dengan jumlah total jam pelajaran yang didapatkan selama pelaksanaan sertifikasi sebanyak 64 jam mata pelajaran.
Penutupan dilakukan oleh Rektor UIN Mataram, dalam arahannya kata Dr. Zainuri, Rektor menegaskan bahwa komitmen dari UIN Mataram untuk menjalani kerjasama dengan Kementerian Haji dan Umrah NTB, Setelah dilakukan MoU di Jakarta dan dilaksanakan tindak lanjut dengan Perjanjian Kerjasama (PKS), sehingga pada tanggal 1 Februari lalu sudah dimulai pelaksanaan sertifikasi pembimbing haji dan umrah sampai hari Sabtu kemarin.
" Kegiatan sertifikasi ini menjadi sangat baik sekali, terutama bagi peserta dalam rangka pendalaman, pengayaan dan penguatan kemampuan memahami tugas dan fungsi sebagai pembimbing haji," ujar Rektor dalam sambutanya.
Karena para pemateri yang menyampaikan materi ini adalah mereka yang ahli di bidangnya, mulai dari para ilmuan, akademisi, juga orang-orang yang kompeten di bidangnya. " Kata pak rektor, agar program ini tidak terhenti sampai disini, tapi berharap ada kegiatan serupa dimasa yang akan datang, bahkan beliau berpesan kepada para peserta untuk tetap meningkatkan keilmuan dan menyampaikan kepada masyarakat tentang apa yang sudah dilakukan pada kegiatan ini, sehingga masyarakat yang belum, atau para pembimbing yang belum mendapatkan sertifikasi bisa bergabung dengan UIN Mataram di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi,"ungkapanya.
Sementara itu dalam laporannya Dr.TGH Lalu Ahmad Zainuri mengungkapkan selama pelaksanaan sertifikasi berlangsung secara khidmat, disiplin dan penuh dengan kebersamaan dalam laporannya disampaikan sertifikasi diikuti oleh 52 orang, dari jumlah ini ada satu orang peserta di nyatakan tidak lulus, karena tidak pernah hadir dari awal sampai akhir," Dari kegiatan ini ada satu orang dinyatakan tidak lulus, karena tidak pernah hadir dari awal sampai akhir kegiatan,"ujarnya.
Selain ada yang tidak lulus, ada juga tiga orang peserta yang harus mengikuti ujian ulang atau ujian kembali karena memang nilainya masih rendah, dan penguasaan yang masih belum kuat dan belum cukup." Maka akan diagendakan untuk ujian kembali di FDIK UIN Mataram,"ungkapnya.
Zainuri melaporkan, sertifikat akan diproses di Jakarta, sembari melengkapi semua persyaratan, tapi bagi peserta yang mendesak untuk mendapatkan sertifikat maka diberikan surat keterangan sudah mengikuti kegiatan sertifikasi manasik haji dan umrah, sebagai pengganti untuk sementara sebelum sertifikat dicetak.
Dalam penutupan ini panitia memberikan kesempatan kepada dua orang peserta untuk memberikan pesan dan kesan, dimana perwakilan peserta perempuan menyatakan selama pelatihan ia merasakan rasa senang,suka, bahagia dan bersyukur karena bisa mengikuti sertifikasi ini dari awal sampai akhir.Yang awalnya tidak merasa betah, namun setelah mengikuti kegiatan ini karena banyak teman-teman yang bersahaja, kegiatan ini bisa dinikmati.
Hal senada disampaikan perwakilan peserta laki-laki dari Jakarta, ia menyatakan kehadiran di Lombok mengikuti sertifikasi ini merupakan tuntutan karena syarat untuk membimbing jama'ah haji yang akan dibawa terutama di travelnya harus memiliki sertifikat. Tetapi karena sertifikat belum dicetak, sehingga beliau meminta agar dibuat surat keterangan.
" Sesi sertifikasi ditutup dengan ramah tamah, foto bersama dengan pak rektor dan jajaran nya seraya berharap kegiatan ini bisa dilakukan dimasa yang akan datang,"tutupnya.(red)

0Komentar