GpYlBUO6TUA8GfzoTpG0TUY7Gd==
Breaking
News

Dafa Dzikran Al-Faqih Santri Baru Pengemban Tugas Komandan Paskibra HSN 2026 Ponpes NU Abhariyah

Ukuran huruf
Print 0

 

Dafa Dzikran Al-Faqih Santri Baru saat menjalankan tugas sebagai Komandan Paskibra HSN 2026 di Ponpes NU Abhariyah.(foto/istimewa)

LOMBOK BARAT-entebekita.com — Usianya baru menginjak 13 tahun, namun ketegasan dan kedisiplinannya di lapangan mampu menyedot perhatian ratusan pasang mata. Dialah Dafa Dzikran Al-Faqih, santri kelas 1 SMP Islam Abhariyah yang dipercaya menjadi Komandan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pondok Pesantren NU Abhariyah.

Lahir pada 13 Oktober 2013, Ia resmi tercatat sebagai santri si Ponpes NU Abhariyah, sejak bulan Juli 2026 lalu, meskipun terbilang santri baru 4 bulan, tapi ia membuktikan bahwa santri baru bukanlah halangan untuk mengemban amanah besar dalam perhelatan akbar tingkat pesantren.

Keunggulan sosok Dafa tidak muncul secara instan. Sejak menempuh pendidikan dasar di SDN 2 Terong Tawah, Dafa telah dikenal sebagai sosok siswa berprestasi yang konsisten. Rekam jejak akademiknya terukir manis dengan selalu mempertahankan predikat juara kelas dari kelas 1 hingga kelas 6.

Tak hanya unggul di dalam ruang kelas, Dafa juga sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Kelincahan, kecerdasan, dan ketangkasannya membuat Dafa langganan menjadi utusan sekolah di berbagai ajang kepanduan.

Kiprahnya di dunia kepramukaan terus meroket hingga ia tercatat sebagai anggota Pramuka Kwarda Lombok Barat. Puncak prestasinya di tingkat sekolah dasar terukir saat ia berhasil terpilih mewakili Kontingen Kabupaten Lombok Barat pada ajang Jambore Daerah (Jamda) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026.

Pengalaman panjang berorganisasi dan tempaan di arena Jamda Provinsi NTB menjadi kawah candradimuka yang membentuk mentalitas, artikulasi komando, serta ketahanan fisik Dafa di atas rata-rata teman sebayanya. Maka tak mengherankan jika pihak pesantren tanpa ragu menunjuknya sebagai pemandega pasukan Paskibra HSN 2026.

Urusan baris-berbaris dan kepemimpinan lapangan bukan hal baru bagi Dafa. Pengalamannya bertahun-tahun di Pramuka hingga menembus tingkat provinsi menjadi modal utama yang membuatnya dipercaya memimpin Pasukan Pengibar Bendera pada Hari Santri tahun ini. 

Upacara hari Santri berjalan penuh khidmat yang diikuti oleh pimpinan pondok Ust Imam Kafali selaku Inspektur Upacara, tenaga pengajar, serta para santri lelaki dan perempuan yang memakai pakaian khas santri menggunakan sarung. 

Dalam amanahnya, Irup Upacara Ust Imam Kafali menegaskan bahawa nasionalisme sejati bukan sekadar retorik, tetapi merangkumi semangat untuk memperbaiki tanah air serta usaha yang berterusan untuk mengabdikan diri kepada bangsa. " seorang nasionalis sejati digambarkan sebagai individu yang rela berkorban demi tegaknya negara serta tabah menghadapi pelbagai rintangan demi kebaikan dan kesejahteraan bangsanya, "ujarnya.

Ia berharap agar nilai-nilai patriotisme, keagamaan, dan cinta akan tanah air terus subur di jiwa generasi muda, khususnya para santri sebagai penerus masa depan bangsa. "Hari Santri Menjadi refleksi bagi bangsa untuk mengingat kembali, sejarah perjuangan kiyai dan santri dalam berjuang melawan penjajah, "imbuhnya.(red)




Dafa Dzikran Al-Faqih Santri Baru Pengemban Tugas Komandan Paskibra HSN 2026 Ponpes NU Abhariyah
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin