GpYlBUO6TUA8GfzoTpG0TUY7Gd==
Breaking
News

Syamsul Hadi : Akademisi dan Aktivis Yang Hadir Untuk Desa Bagek Polak "Hebat"

Ukuran huruf
Print 0

 

Syamsul Hadi Bacakades Bagek Polak (foto/istimewa)

LOMBOK BARAT-entebekita.com— Keinginan untuk melihat desa kelahiran berkembang dan sejahtera menjadi bahan bakar utama bagi Syamsul Hadi, S.Psi. Pria kelahiran Bagik Polak, 17 Juni 1982 ini membawa rekam jejak yang lengkap, kombinasi antara latar belakang akademis, keahlian kepemimpinan organisasi, serta pengalaman mendalam di akar rumput.

Lahir dan tumbuh di Dusun Rerot, Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, pendidikan Syamsul mengakar kuat pada tradisi pesantren dan keilmuan modern. Setelah menuntaskan pendidikan dasar di SDN 1 Bagik Polak, ia menimba ilmu di MTs dan MA Putra Ponpes Al-Ishlahuddiny Kediri. Dahaganya akan keilmuan kemudian membawanya merantau ke ibu kota untuk melengkapi gelar sarjana di Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kiprah Kepemimpinan dan Pengabdian Akar Rumput

Ilmu psikologi dan pengalaman organisasi yang ditempuhnya semasa kuliah—salah satunya sebagai Sekretaris Umum HMI Cabang Ciputat—membentuk karakter kepemimpinannya yang humanis dan transformatif. Sekembalinya ke kampung halaman, Syamsul tak ragu untuk langsung terjun melayani masyarakat dari tingkat paling bawah.

Ia memulainya dengan mengemban amanah sebagai Kepala Dusun pada periode 2009–2015. Di saat yang sama, komitmennya pada dunia pendidikan tetap menyala lewat kiprahnya sebagai pendidik. Selain mengajar di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri, ia juga dipercaya menjadi dosen di STID Mustafa Ibrahim Al-Ishlahuddiny dan STIT NU Al-Mahsuni Lombok Barat.

Pengalaman intelektual tersebut dipadu dengan pemahaman mendalam tentang tata kelola desa. Langkah pengabdiannya berlanjut saat ia bertugas sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD) pada 2022–2024, hingga kini dipercaya menjadi Pendamping Desa (PD). Aktivisme sosial-politiknya pun terus terasah melalui keterlibatannya di KAHMI Lombok Barat, MWC NU Kecamatan Labuapi, serta jabatannya sebagai Sekretaris DPC PKB Kabupaten Lombok Barat.

"Membangun desa bukan sekadar urusan infrastruktur, tetapi tentang bagaimana menghadirkan pelayanan publik yang berempati, transparan, dan mampu menggerakkan potensi lokal demi kesejahteraan bersama," tutur Syamsul.

Visi Transformasi dan Program Prioritas

Bermodal rekam jejak tersebut, Syamsul Hadi mengusung agenda perubahan yang berfokus pada tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Fokus utamanya mencakup penguatan ekonomi masyarakat melalui BUMDes dan UMKM, peningkatan kualitas SDM, hingga pemerataan infrastruktur berkelanjutan.

Guna menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh warga, Syamsul merancang 100 Hari Kerja Prioritas, di antaranya:

Pemerintahan & Pelayanan: Pelayanan administrasi cepat dan mudah, audit serta publikasi terbuka kondisi keuangan desa, pembentukan Forum Aspirasi Masyarakat Desa, hingga peluncuran layanan pengaduan offline dan online.

Kesejahteraan Sosial: Pendataan ulang warga miskin agar bantuan sosial tepat sasaran, serta pelayanan keliling untuk menyerap aspirasi warga di setiap dusun minimal satu kali dalam sebulan.

Ekonomi & Lingkungan: Revitalisasi dan penataan bisnis BUMDes, pelaksanaan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) berbasis gotong royong, perbaikan jalan lingkungan prioritas, serta penataan kebersihan dan pengelolaan sampah desa.

Dengan rekam jejak yang utuh—sebagai mantan kepala dusun, pendidik, aktivis, hingga pendamping desa—Syamsul Hadi siap menghadirkan wajah baru pemerintahan desa yang profesional, ramah, dan berorientasi penuh pada kepentingan masyarakat.(*)

Syamsul Hadi : Akademisi dan Aktivis Yang Hadir Untuk Desa Bagek Polak "Hebat"
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin