GpYlBUO6TUA8GfzoTpG0TUY7Gd==
Breaking
News

Lewat Trilogi Pembangunan, Nurdin Siapkan "Desa Gapuk Berdaya"

Ukuran huruf
Print 0

 

Kades Gapuk, Nurdin (foto:AI/entebekita.com)

LOMBOK BARAT-entebekita.com — Mengusung semangat keberlanjutan dan kemandirian, Petahana Kepala Desa Gapuk, Nurdin, kembali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan desa. Dalam pencalonannya pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) periode mendatang, Nurdin memfokuskan arah kebijakannya pada prioritas utama: membawa Desa Gapuk menjadi desa yang benar-benar “Berdaya”.

Nurdin menegaskan bahwa jika kembali diberikan amanah oleh masyarakat, pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal serta penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi pilar utama penggerak desa.

“Desa Gapuk berdaya, ekonomi tumbuh, SDM tangguh, potensi desa menjadi kekuatan. Pemberdayaan ke depan berbasis potensi, termasuk potensi manusia,” ujar Nurdin. 

Usung Trilogi Desa Gapuk: Tunas, Ta'at, dan Tuntut

Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Nurdin memperkenalkan gagasan landasan pembangunan yang dirangkum dalam Trilogi Desa Gapuk, yaitu Tunas, Ta'at, dan Tuntut.

“Tunas berarti menumbuhkan potensi dan harapan masyarakat. Ta'at berarti membangun dengan nilai amanah, tertib, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Sedangkan Tuntut berarti terus meningkatkan kualitas hidup, keterampilan, produktivitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat,” terangnya secara rinci.

Menutup penyampaian visinya, Nurdin menegaskan bahwa keberlanjutan kepemimpinannya adalah tentang memperbesar kapasitas warga desa agar lebih mandiri dan sejahtera.

“Pembangunan bukan sekadar membuka program baru, tetapi bagaimana memperbesar kemampuan masyarakat agar semakin mandiri dan mampu mengelola potensi Desa Gapuk,” katanya. 

Fokus Utama: SDM, Kaum Rentan, dan Pemuda

Meski pembangunan infrastruktur fisik tetap berjalan, Nurdin menilai lompatan besar Desa Gapuk ke depan terletak pada kualitas masyarakatnya. Arah program pemberdayaan akan difokuskan secara inklusif kepada kelompok rentan, kaum muda, dan pelaku UMKM agar tercipta ekosistem ekonomi yang saling terhubung.

“Kita akan lebih kepada kaum rentan, bagaimana masyarakat yang masih termarjinalkan bisa mendapatkan ruang pemberdayaan. Kemudian bagaimana kita meningkatkan sumber daya manusia remaja, sehingga menjadi remaja yang produktif dan mampu berkembang,” jelasnya.

Nurdin menambahkan, generasi muda memegang peranan krusial bagi keberlangsungan desa. Oleh karena itu, program-program pelatihan keterampilan dan pembukaan ruang usaha produktif bagi pemuda akan diperbanyak.

“Pemuda Gapuk adalah masa depan desa. Program akan diarahkan kepada keterampilan dan kegiatan produktif yang bisa membuka ruang usaha bagi pemuda,” tegas Nurdin.

Optimalisasi Sektor Pertanian & Peran Komunitas Perempuan

Sebagai desa yang kaya akan potensi pertanian, Nurdin menekankan pentingnya intervensi menyeluruh—mulai dari hulu hingga hilir. Menurutnya, pembenahan akses jalan usaha tani hingga tata kelola pascapanen sangat mempengaruhi harga jual produk di tingkat petani.

“Kalau potensi kita pertanian, tentu kita berbicara tentang produksi, pascapanen, pengelolaan hasil, akses pasar, sampai jalan usaha tani. Persoalan infrastruktur pertanian juga perlu diperhatikan, termasuk akses masyarakat menuju lahan pertanian. Ada beberapa titik akses yang perlu kita pantau karena sangat mempengaruhi produksi dan harga hasil pertanian di Desa Gapuk,” ungkapnya.

Selain pertanian, ia juga menggagas penguatan peran komunitas perempuan dan keluarga dalam menjaga ketahanan pangan serta pengelolaan lingkungan (TPH3R). Semua elemen ini direncanakan masuk dalam satu orkestrasi ekosistem pemberdayaan desa.

“Ekonomi desa harus dibangun bersama. Kelompok masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, lembaga ekonomi desa, koperasi, dan lembaga pendidikan harus berada dalam satu ekosistem,”tutup Nurdin.(red).


Lewat Trilogi Pembangunan, Nurdin Siapkan "Desa Gapuk Berdaya"
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin